Banyak Bangunan Pemerintah Provinsi Diprediksi Terbengkalai

JAYA MARHUM | PALU | SULTENG- Sejumlah bangunan instansi pemerintah Provinsi Sulteng serta sarana lainnya yang tengah dalam pembangunan, dikhawatirkan bakal terbengkalai.

Prediksi tidak akan selesainya pekerjaan sarana dan fasilitas pemerintah tetsebut, lantaran progresnya yang rata-rata masih minim.

Itu sebabnya, ada kekhawatiran bahwa pembangunan sejumlah sarana tersebut tidak bakal selesai hingga “close time” Bulan Desember.

Apalagi, lama pengerjaan dan waktu yang tersisa tinggal dua bulan lebih, sungguh tidak dapat menjamin pekerjaan tuntas.

Salah satu bangunan yang tengah diburu pengerjaannya adalah Gedung Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) di Jl. Kartini.

Saat ini bangunan yang dikerjakan kontraktor CV. Lexindo Multi Karya kontraknya dimulai 23 Juli 2019. Masa kerjanya 162 hari kakender kurang kebih 5.bulan. Artinya, waktu penyelesaian pekerjaan, tingga dua bulan lebih.

Nah kenyataannya, kondisi bangunan masih penuh dengan ratusan tonggak bambu penyanggah. Menunggu dilakukannya pengecoran.

Menurut Pengawas lapangan proyek tersebut M Zen, bangunan yang anggarannya Rp. 6,7 Miliar lebih, diestimasi bisa selesai sesuai jadual kalender. Cuma saja, faktor cuaca yang menjadi kendalanya. Kalau hujan, terpaksa pekerjaan cor akan dihentikan. “Saya yakin untuk memburu pekerjaam selesai tepat waktu. Kendati kami harus menymbung shif malam. Kendalanya ya, lantaran cuaca itu, ” kata Zen.

Namun, sumber Kabar Today meragukan optimisme M Zen. “Jika melihat capaian fisik atau progres diapangan, mustahil gedung P2KB serta sejumlah bangunan dan fasilitas lainnya milik Pemprov Sulteng bisa selesai Desember. Sebab rata-rata tanggal 15 Desember sudah dilakukan PHO (penyerahan pekerjaan red) , sementara rata-rata fisik pekerjaan saat ini baru berada diantara 45 hingga 65 persen.
“Demikian juga sarana lainnya, terlihat belum ada eksen lapangan,” tegas sumber.

Sampel lain dari hasil investigadi Kabar Today, seperti pembangunan gedung instalasi laboratorium kesehatan, UPT Labkes yang dilaksankan CV. Pilar Utama. Anggarannya, Rp. 2.3 Miliar lebih. Kondisinya masih sekitar 65 persen.

Beberapa bangunan lain yang rata-rata lagi dikebut, tidak jauh berbeda keadaannya dengan progres yang dicapai bangunan gedung P2KB serta Gedung Labkes di seputar kompleks RS Undata lama.

Yang juga agak memprihatinkan, melihat lokasi pembangunan Kolam Renang dalam naungan Dinas Pemuda dan Olahraga, di area STQ Jabal Nur. Terlihat ketika Kabar Today ke lokasi, 16/10, ada sekitar tiga peketja yang menggali-gali tanah secara manual.

Disekitarnya kurang lebih tiga kubik pasir dan sekitar dua kubik batu teronggok.

Pertanyaannya, apaksh oekerjaan besar seoerti kolam renang hanya “diawaki” tiga orang atau lebih pekerja? Sama sekali berum terlihat geliat lazimnya sebuah proyek beranggaran besar.

Padahal, waktu kian sempit merangkak ke Desember.

Proyek kolam renang yang pernah geger beberapa tahun lalu lantaran mangkrak, nyatanya kini kembali dibangun.

Dalam catatan Kabar Today, proyek kolam renang “Jilid II” yang kali ini dilaksanajan PT. Mandava Putra Utama, dalam kontrak kerja No : 602/243/Bid.SASPRAS/2019, harusnya memulai pekerjaan tanggal 11 Juli 2019. Anggaran kolam renang tersebut, Rp. 19.363.930.400.

Namun ada yang agak janggal. Mengapa tidak dicantumkan sumber dana proyek ini, serta berapa hari kalender pengerjaannya sesuai isi kesepakatan kontrak?

Pastinya kendati sejumlah proyek yang sudah dipapar Kabar Today diawal berita berada dibawah pengawasan pihak berwenang, banyak pihak meragukan.

Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sulteng melalui pendampingan Tim TP4D memang perlu dijempoli dan diapreasiasi. Tapi, apakah dengan limit waktu yang begitu minus, dapatkah semua proyek selesai?

Sekali kagi, banyak pihak yang masih sangsi. Mana mungkin waktu yang sangat mepet, pekerjaan bisa tepat waktu? Nah, tunggu disajian berikutnya! * KABAR TODAY

Comments

comments