AWAS BAHAYA.. Wanita Gendut Gampang Kena Kanker

Dul | Kabar Today –  Studi di Norwegia yang dipaparkan dalam Konferensi Eropa tentang Obesitas di Wina, Austria, mengulas tentang bahaya wanita mempunyai badan gendut. Sebab, wanita gendut mudah kena kanker, beberapa kanker mulai mengintai perempuan yang punya berat badan melampaui standar.

Peneliti menelaah data kesehatan 137.205 perempuan yang berusia antara 30 hingga 70 tahun. Bobot dan data kanker selama 18 tahun milik responden dianalisis oleh para peneliti.

Rupanya, perempuan yang bobot tubuhnya melonjak lebih dari 9,1 kilogram dalam kurun lima hingga delapan tahun dua kali lebih berisiko terkena kanker pankreas.

Untuk itu, peneliti menyarankan perempuan untuk menjaga agar berat tubuh mereka ideal. Selain kanker pankreas, kanker ginjal atau endometrium juga mengincar perempuan yang kelebihan berat badan.

Peluang wanita obesitas untuk terkena jenis kanker tersebut yakni dua kali lebih tinggi daripada yang tidak obesitas.

Lantas, jika bobot tubuh berlebih tersebut dipertahankan dan terus naik, maka risiko terkena kanker endometrium pada perempuan menjadi 40 persen.

Bobot tubuh yang melonjak juga meningkatkan risiko 36 persen bagi perempuan untuk mengidap kanker payudara paska menopause.

Dari situ, peneliti lantas merangkum bahwa perempuan yang obesitas berpeluang 24 persen lebih tinggi untuk mengidap salah satu jenis kanker daripada perempuan berbobot normal. Seperti yang kita tahu, obesitas memang salah satu faktor risiko bagi beberapa kanker.

Banyak kanker yang tercetus akibat bobot berlebih. Pasalnya, bobot berlebih menimbulkan ketidakseimbangan fungsi di tubuh, termasuk hormon, yang dapat memicu kanker.

Jenis-jenis kanker yang dimaksud misalnya kanker endometrium, kanker pankreas, kanker ginjal, kanker tiroid, kanker darah multiple myeloma, kanker kerongkongan, dan kanker hati. Harapannya, masyarakat, terutama perempuan, lebih sadar untuk menjaga berat badan.

Sebab, selama ini obesitas cenderung masih kurang disorot sebagai faktor risiko kanker. Pasalnya, kampanye kesehatan selama ini masih menyerukan rokok sebagai faktor utama kanker. ***

Comments

comments