Alat Pertanian Dipinjam Pakai ? Inilah Alasan Kepala Distanak Pulang Pisau

Suyanto | KabarToday.com | Pulang Pisau – Pinjam pakai bantuan alat pertanian dari Dinas Pertanian dan Peternakan ( Distanak) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) yang didistribusikan ke tiga Desa di Kecamatan Maliku Kamis, (17/5) sekitar pukul 17.00 WIB banyak mengundang kontroversi dan tanggapan miring dari masyarakat.
.
32780095_1388800231222037_3205128398431059968_n
.

“Penyaluran alat pertanian tersebut terkesan berbau politik karena saat ini di Kabupaten Pulpis sedang menghadapi ajang pesta demokrasi PILBUP pada 27 Juni mendatang. Saya baru dengar sekali ini kalau ada alat pertanian kok di pinjam pakaikan, aneh kan”, tanya salah seorang warga masyarakat yang enggan di sebutkan namanya.

Alat-alat pertanian yang terdiri dari 4 ( empat) unit Jonder, 1 (satu) ekskavator besar dan 1 ekskavator mini tersebut disalurkan ke 3 (tiga) desa yang ada di Kecamatan Maliku Kab. Pulpis. Yaitu Desa Kanamit barat, Desa Wono Agung dan Desa Purwodadi.

Menanggapi kabar tersebut, Ir. Slamet Untung Riyanto selaku kepala Distanak menjelaskan kepada Kabar Today bahwa tidak ada hubungannya antara penyaluran bantuan alat pertanian tersebut dengan urusan politik.

“Dinas hanya menjalankan program yang telah ditetapkan oleh Kementerian karena selama ini hasil dari evaluasi pusat melalui Direktorat SEREAL menilai bahwa Pulpis masih lambat dalam melaksanakan program Luas Tambah Tanam ( LTT) terutama tanaman jagung, padahal segala keperluan alat penunjang sudah siap di Distanak Pulpis,” jelas Slamet.

“Memang sebelumnya saya pernah menyampaikan bahwa penyaluran bantuan alat-alat ini kami bagikan setelah Pilkada, tetapi pihak dari Dirjen tanaman pangan akan mengambil langkah untuk merelokasi/memindahkan bantuan tersebut ke Kabupaten lain jika pihak distanak tidak segera bergerak, mau ditaruh dimana muka saya kalau sampai bantuan ini di relokasi,” tegasnya.

Selanjutnya kata Slamet, menerangkan bahwa sistem pinjam pakai ini sudah sering dirapatkan serta ditawarkan dengan kepala desa dan kelompok tani yang ada di Kabupaten Pulpis.

“Masalah pinjam pakai alat itu kami mengacu pada Pedum dan juga sudah berkoordinasi dengan Pj. Bupati, kami juga menghimbau dan masih menawarkan kepada masyarakat kabupaten pulpis khususnya petani jagung yang berminat meminjam alat – alat pertanian untuk membuka ataupun mengolah lahannya, pihak distanak dengan sepenuh hati akan membantu tanpa ada pungutan alias gratis,” kata Slamet.

“Alat dari dinas gratis, masyarakat yang menyediakan BBM serta transportasi untuk membawa alat tersebut ke tujuan dan jika sudah selesai, alat – alat itu ya dikembalikan ke Dinas lagi sesuai dengan berita acaranya. Karena Dinas ditargetkan untuk Pembukaan Areal Tanam Baru ( PATB) yaitu LTT jenis Jagung seluas 4000 Ha,” tambahnya.

Saat disinggung masalah penyaluran bantuan alat-alat pertanian selama ini yang jarang diketahui media atau publik, sehingga kesannya sembunyi – sembunyi, Slamet menuturkan bahwa nanti untuk kedepannya distanak akan lebih transparan.

“Untuk kedepannya nanti, kami dari distanak akan memberitahukan kepada publik setiap ada kegiatan penyaluran bantuan alat pertanian, dan sekali lagi saya tegaskan bahwa hanya menjalankan program dari pusat. Saya tidak pernah mencampuradukkan antara program dengan politik, itu garis besarnya”, ucap Slamet dengan nada serius menutup wawancaranya. ***