Akibat Pasien Berbohong, Pekerja RSUD Mokopido 1 Positif Rapid Tes

ERWIN – TOLITOLI – Diduga Puluhan tenaga medis RSUD Mokopido Tolitoli harus menjalani rapid tes, akibat kebohongan yang dilakukan oleh seorang pasien yang sempat dirawat, ternyata pasien tersebut diduga ODP yang lari dari pemantauan dinas kesehatan, (28/04).

Direktur RSUD Mokopido Tolitoli Dr. Hi Danial saat dikonfirmasi mengatakan pasien tersebut tidak perna berkata jujur saat dilakukan pemeriksaan awal di ruang IGD Mokopido, selanjutnya pasien dirawat disalah satu ruangan Teratai.

“Saat ini pasien tersebut telah dipindahkan diruang diisolasi Maleo,” Ucap Danial.

Menurut Direktur Rumah sakit, diduga ada beberapa orang yang sempat kontak langsung dengan pasien tersebut, mulai dari awal dirawat, dan Sebelumnya pasien tersebut sempat ditangani oleh Perawat IGD, Dokter bedah, petugas ro dan perawat diruang teratai.

“Sebelumnya pasien sempat dirawat diruang teratai dan ditangani oleh Perawat IGD, Dokter bedah, petugas ro dan perawat diruang teratai, dan semua tenaga medis yang perna bersentuhan sudah kami lakukan Rapid Tes,” Imbuhnya

Terkait masalah tersebut media ini mencoba mengkonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli melalui telfon WhatsApp mengatakan bahwa pasien yang dirawat di RSUD Mokopido diruang teratai diduga adalah ODP dinas kesehatan yang menghilang (Lari) dari pemantauan tim medis, dan setelah dilakukan pencarian tidak ditemukan.

“Saya sudah menerima laporan dari rumah sakit Mokopido, bahwa ada pasien yang dirawat di rumah sakit mokopido akibat sakit usus buntu, sebelum dilakukan opreasi oleh dokter ahli bedah, meminta pasien tersebut harus dilakukan rapid tes, dan setelah dilakukan rapid tes hasilnya positif,” Ungkap bakri

Lanjut bakri, Pasien yang dirawat tersebut diduga merupakan pasien ODP Yang menghilang (Lari), dan menurut informasi yang diterima, tenaga medis yang sempat merawat pasien tersebut sudah dilakukan Rapid Tes oleh pihak rumah sakit mokopido.

“Tenaga medis yang sempat kontak langsung dengan pasien tersebut sudah dilakukan Rapid Tes, dari hasil rapid tes, ada satu (1) perawat yang positif rapid Tes akibat ulah pasien yang tidak jujur, dan yang tenaga medis yang lainnya hasil rapid tes nya Negatif, yang jelasnya saya belum mengetahui berapa orang tenaga medis yang kontak langsung dengan pasien, baru itu yang bisa saya berikan informasi kepada media, intinya nanti kita liat saja hasilnya, mari kita doakan sama sama, Insyallah hasilnya negatif.” Pungkas Bakri, KABARTODAY.com