ADB Suntik Rp 400 M Tingkatkan Bandara Mutiara Sis-Aljufri

Jaya Marhum – Kasmin Saputra | PALU – Kabar gembira khususnya buat masyarakat Kota Palu.

Tahun depan yang hanya menyisakan dua bulan lebih berjalan, infrastruktur Bandara Mutiara Sis-Aljufri akan kembali dibenahi dan ditingkatkan.

Dana pengembangan Bandara Mutiara yang telah menjadi salah satu ikon Kota Palu, akan disalurkan melalui Asean Development Bank (ADB).

Bantuan ADB yang akan disuntikkan, sebesar Rp. 400 Miliar buat menata Bandara Mutiara, meliputi sisi udara dan sisi daratnya.

Masing-masing Rp. 200 Miliar dialokasikan untuk peningkatan sisi darat, serta Rp. 200 Miliar untuk pembenahan sisi udara.

Penyaluran bantuan akan direalisasi tahun 2020, atas usulan tahun 2019.

Soal kontraktor pelaksana dari mana, serta terkait teknis dilapangan, semua akan diatur oleh pusat.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Bandara Mutiara Palu, Benyamin Noach Apitululey kepada Kabar Today baru-baru ini di lobby Kantor Otoritas Bandara Mutiara, Sis – Aljufri Jl. Abdul Rahman Saleh Palu.

Menurut Beno — sapaan akrab Benyamin Noach Apituley — bantuan ADB tersebut masih terkait kerusakan Bandara Mutiara akibat hantaman gempa bermagnitudo 7,4 SR pada 28 Septembar 2018.

Gempa yang luar biasa keras kata Beno, mengimbas sepanjang 250 meter runway (landas pacu red-) hingga mengalami kerusakan di beberapa sisi. Termasuk rusaknya bagian-bagian bangunan terminal penumpang.

“Menyangkut teknis pelaksanaan pekerjaan, pihak mana yang melaksanakan, semua akan diatur oleh Kementrian di pusat. Kita di sini hanya ikut mengawasi. Seperti itu aturan mainnya,” kata Beno.

Beno menjelaskan, bantuan ADB untuk pengembangan Bandara Mutiara, sejatinya merupakan lanjutan dari penanganan pasca bencana tahun lalu.

Landas pacu yang sudah sempat dibenahi usai gempa, akan dibuat rapi lagi dengan lapisan aspal yang lebih tebal, serta sisi udara lainnya yang butuh peningkatan. Begitu juga sisi daratnya, akan dibenahi dan tambah dipercantik.

“Pokoknya semua akan dibenahi. Landas pacu Mutiara yang terdampak bencana 2018 lalu disisi udara, akan diperbaiki total. Demikian juga pada sisi daratnya” tambah Beno.

Dalam catatan Kabar Today, Mutiara Sis – Aljufri adalah penerima penghargaan secara teturut sejak tahun 2015, 2016, 2017, sebagai bandara dengan manajemen pelayanan terbaik dari Kemetrian Perhubungan.

Sejak dioperasikan tahin 2014, jumlah penumpang terus naik dari 1.500 hingga 2.000 penumpang setiap harinya.

Jika ditotal, kapaditas terminal baru Mutiara bisa menampung 2 hingga 3 juta penumpang setiap tahunnya. “Naiknya jumlah penumpang, tentu tidak lepas dari sistem pelayanan yang disesuaikan dengan SOP dan adanya sarana dan prasarana yang memadai,” jelas Beno.

Pola pelayanan dalam rentang kendali yang baik, cepat dan santun sebut Beno, memang mulai ia terapkan sejak memegang kendali pimpinan.

Bertepatan sejumlah nomen dan iven berskala nasional dan dunia secara berturut berlangsung di wilayah Sulteng jadi pemicu peningkatan jumlah penumpang secara signifikan.

“Nah, saya menekankan manajemen Bandara Mutiara Sis – Aljufri untuk memberikan pelayanan primanya dengan baik terhadap semua penumpang baik yang masuk maupun keluar melewati pintu Mutiara Sis-Aljufri.

Mungkin saja jika bukan karena gempa akhir 2018, bandara kita masih menerima penghargaan pelayanan terbaik kali kelima,” jelas Beno.

Mutiara Sis – Aljufri sendiri adalah bandara dengan kode IATA/ICAO : PLW / WAML. Kelas I, dengan kategori Domestik Airport. Saat ini sudah menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Panjang runway 2.510 meter dengan lebar 45 meter, srdangkan apronnya memiliki panjang 373 meter dan lebar 80 meter.

Informasi yang dihimpun Kabar Today, sebelum memiliki terminal baru penerimaan dari PNPB hanya berkisar Rp. 9 Miliar. Jumlah tersebut kemudian naik menjdi Rp. 20 Miliar pertahun dengan pengoperasian terminal barul.

Terkait pembenahan Bandara Mutiara kedepan, idealnya mulai saat ini harus lebih gencar mempromosikan keberadaan spot-spot kunjungan.

Sehingga minat pengguna moda transportasi udara baik yang menuju dan dari pintu udara Palu akan kembali meningkat.

Terus menggiatkan iven-iven berskala nasional dan dunia. Contoh, seperti kegiatan Tour de Central Celebes (TdCC) yang menyedot jumlah pelancong baik lokal, wisatawan nusantara (wisnu) serta wisatawan mancanegara (wisman).

Iven-iven lari marathon semisal Bali 10 K dengan Tajuk Palu 10 K bisa dihelat di Palu.

Beno nencontohkan, bagaimana ketika Bupati Banyuwangi gencar memposting spot-spot di wilayahnya melalui medsos, sehingga bisa menarik minat orang luar yang penasaran untuk masuk berkunjung.

Sehingga, yang tadinya jumlah penumpang udara ke Banyuwangi hanya 100 perhari, meningkat nenjadi 1.000 -an orang.

Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) bisa mempromosikan spot pasca gempa dibalut promosi wisata geologi sehingga orang tertarik mendatangi untuk melihat langsung bagaimana sisa dahsyatnya gempa dan tsunami yang melanda Pasigala, seirama Pasigala yang beranjak Bangkit.

Mayarakat lokal dapat menyiapkan kuliner khas Palu untuk dijajakan kepada pelancong.

Masyarakat sekitar juga bisa menyiapkan home stay untuk ditempati berteduh.

Nantinya yang datang berkunjung diarahkan ke pantai Talise maupun Taman Ria, juga kawasan Petobo dan Balaroa.

Untuk saat ini maskapai penerbangan yang melayani rute Palu ke sejumlah kota tujuan, belum mengalami perubahan.

Maskapai yang dimaksud yakni, Lion Air, Wings Air, Garuda, Batik Air. Sriwijaya, Trans Nusa dan Susy Air.

Namun, sepinya penumpang membuat jalur Palu – Morowali dan Palu – Ampana harus ditutup.*KABAR TODAY.Com

Comments

comments