-IKIB Tancap Gas Jelang Mubes IV

JAYA MARHUM | PALU – Geliat jelang Mubes IV Pengurus Besar Ikatan Keluaga Indonesia Buol (PB-IKIB) yang rencananya dihelat Desember nanti, memasuki masa persiapan akhir.

Sambil menuggu SK Panitia Penyelenggara yang terbagi 18 Seksi, sumber dana penyelenggaraan kegiatan kini tengah difikirkan. Sehingga pada penyelenggaraannya nanti, diharapkan akan berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan.

Demikian penjelasan Sekretaris Organizing Commite (OC) Mubes IV PB-IKIB Drs. Ahmad A. H. Rasyid, M.Si kepada Kabar Today, Rabu, 16/10 di Palu.

Ahmad Rasyid menjelaskan, sebelumnya, telah digelar malam ramah tamah warga Buol dalam naungan IKIB. Berlangsung Sabtu Malam, 12/10. Temu akrab yang dihelat di Cafe Sudimari Jl. Basuki Rahmat Palu, dalam suasana yag benar-benar berbalut persaudaraan.

Acara yang digagas Panitia Mubes IV PB-IKIB yang motori H. Amat Entedaim, SH, MH, Drs. Ahmad A.H. Rasyid, M.Si, Drs. Sudirman K. Udja, M.Si dan Drs. H. Syaiful Bahri, M.Eng, menghadirkan para sesepuh Buol serta sebagian warga IKIB yang bermukim di Palu dan sekitarnya.

Salah satu sesepuh yang turut larut dalam acara, H. Muchtar Deluma, SH, MH. Beberapa yang hadir lainnya adalah pejabat dijajaran Pemprov Sulteng. Juga para akademisi, kalangan swasta, profesional, jurnalis serta mahasiswa putra-putri Buol yang seolah melepas kerinduan dalam sebuah “reuni”. Ya, semua berbaur dalam balutan kekerabatan yang kental pada gawean yang dimulai sekitar pukul 20.00 wita hingga selesai. Jamuan makan malam serta acara hiburan mewarnai suasana cafe milik H. Syaiful Bahri (Ari) Labha.

Selaku sesepuh Buol, H. Muchtar Deluma, SH, MH dikesempatan itu berpesan, jadikan IKIB sebagai penaut hubungan silaturahmi. Status sosial, rumah gedongan dan kendaraan, tidak boleh menjadi pembatas jalinan kekeluargaan, persatuan dan persaudaraan dalam IKIB. Bertepatan hari yang sama Kabupaten Buol berusia 20 tahun. IKIB harus ikut membawa perubahan menuju Buol yang lebih berkembang, jaya dan sejahtera. “Sehingga Buol bisa sejajar bahkan lebih maju dari daerah lain,” harap Muchtar Deluma.

Ramah tama yang berlangsung tambah Muchtar Deluma, sejatinya tak lain merupakan rangkaian acara inti Ulang Tahun Daerah (HUTDA) Kabupaten Buol ke-20 yang jatuh pada Sabtu, 12/10, ditanggal dan hari yang sama.

Untuk warga Buol yang ada di Palu, momentum Hutda kata H. Amat Entedaim, SH, MH — selaku Ketua Organizing Commite (OC) Mubes IV PB-IKIB kepada Kabar Today, dilaksanakan dengan menggelar zikir bersana warga Buol – Palu di Masjid Raya Lolu, ba’da Ashar hingga selesai. Kata Amat, acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan temu akrab. “Tanggal 12 Oktober Kabupaten Buol genap berusia 20 tahun. Di Palu kita melakukan zikir bersama. Mengundang KH. Zainal Abidin Ketua MUI Sulteng sebagai penceramah sekaligus penyiram rohani. Dengan harapan, melalui Mubes IV PB-IKIB, Buol kedepan akan semakin maju dan berkembang. Semua kebaikan buat Buol tentu akan semakin berkembang nantinya, pada Mubes IV PB-IKIB, yang rencananya akan diselenggarakan di Palu bulan Desember,” kata Amat Entedaim.

Dikesempatan terpisah sebelumnya Drs. Ahmad A. H. Rasyid, M. Si menjelaskan, setidaknya ada tujuh tujuan yang menjadi inti Mubes IV PB-IKIB.

Yang pasti, IKIB adalah wadah kekeluargaan orang Buol yang sangat sakral. Kenapa? Karena IKIB mampu menyatukan hati orang-orang Buol yang berasal dari karakteristik dan latar belakang, juga status sosial berbedam. IKIB dalam strateginya juga sudah teruji mampu melahirkan Kabupaten Buol.

Lanjut kata Ahmad Rasyid, setelah Buol lahir IKIB tidak meninggalkan perjuangan Buol dan berhenti sampai disitu. Ia mengawal lalu mengisi kekosongan di pemerintahan dalam arti, apa yang bisa disumbangkan IKIB setelah Buol lahir. Bagaimana IKIB mempersempit celah kekosongan di pemerintahan, agar tidak menjadi sebuah kemunduran. Artinya, kontribusi IKIB untuk membantu mengisi celah kosong di pemerintahan, sebagai sebuah bukti konkret bahwa IKIB terus mengawak Buol yang sudah ia lahirkan dan tidak kemudian ditinggalkan begitu saja. Celah kekosongan di pemerintahan tersebut dipersempit yang lambat laun akan bisa hilang. Dengan begitu. poses regenerasi terus berjalan dan tidak putus.

Juga bagaimana peran IKIB di masyarakat, dimana umumnya masyarakat Buol adalah masyarakat agro bisnus. Jika profesinya bukan petani, pekebun, pastilah nelayan. Diupayakan agar IKIB akan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat, ketika dibutuhkan.

Selin itu, Mubes IV PB-IKIB setidaknya memiliki tujuh tujuan. Pertama, soal keorganisasian PB-IKIB. yang akan kelihatan pada tujuan dipoin kedua yakni pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)-nya. Sedangkan tujuan yang ketiga yakni Pedoman Organisasi atau PO.

Keempat adalah Program Kerja yang merupakan implementasi setelah PB-IKIB hasil Mubes IV terbentuk.

Kelima, pola pikir yang harus disumbangkan buat pengembangan IKIB secara internal, serta eksternal buat daerah (Pemkab Buol). Pemerintah Provinsi maupun pusat.

Keenam adalah rekonsiliasi. Rekonsiliasi ini bermakna, mungkin saja ada luka-luka politik, juga komunikasi yang tersumbat dan kerinduan warganya di perantauan terhadap Buol setelah usia 20 tahun. Bukankah selaku warga Buol ingin menyaksikan sudah sejauh mana perkembangannya. Selama ini wadah temu kangen hanya pada TAWAB (Temu Akrab Warga Buol).

Ketujuh, DI-IKIB akan terjadi proses pengkaderan.

Ketujuh tujuan tersebut adalah akumuladi dari pokok-pokok pikiran sesuai AD/ART bahwa IKIB ini akan dikokohkan kembali tidak sekadar organisasi wadah kemasyarakatan dan kekeluargaan dan pemersatu untuk tujuan bersana, tetapi sekaligus menjadi labiratorium. “Implementasinya begini. Misalnya ada pempimpin atau tokoh Buol yang mau maju di daerah lain, maja di IKIB ini kita bisa lahirkan orang-orang itu, tanpa terkecuali untuk Buol sendiri,” beber Ahmad Rasyid.

Di IKIB tambah Ahmad Rasyid, yang dinilai bukan visi misinya, tapi integritasnya. Karena Buol telah dan kini mengalami krisis pemimpin.* KABAR TODAY

Comments

comments